Gegara PHK Sepihak ,PT Benenai Permai Digugat Pekerjanya Di Pengadilan Negeri Kelas 1A kupang

  • Bagikan

Kuasa Hukum Marius Nahak Bersama Jefri ulu Bona melakukan upaya hukum dengan menggugat perusahaan PT Benenai permai  ke Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A kupang.

EL-VOICE.COM,ATAMBUA – Perselisihan antara PT Benenai permai dengan Jefri ulu Bona  salah satu Karyawan SPBU Naresa Km.10,Desa naekasa,kecamatan Tasifeto Barat,kabupaten Belu terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak kini memasuki babak baru.

Setelah gagal dalam upaya bipartit dan mediasi dengan mediator pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Belu, pekerja Jefri ulu Bona melakukan upaya hukum dengan menggugat perusahaan PT Benenai permai  ke Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A kupang.

Kuasa hukum pekerja, Marius Nahak,SE, menegaskan bahwa benar jika pihaknya telah mendaftarkan gugatan melawan PT Benenai permai  ke pengadilan hubungan industrial dengan nomor perkara: 19/Pdt.Sus-PHI/2023/PN kupang.

Masalah yang terjadi antara PT Benenai Permai dengan klien kami adalah terkait PHK secara sepihak yang dilakukan oleh perusahaan pada tanggal  3 Maret 2023 lalu.

Baca Juga:  Pemerintah RI-Federasi Rusia Sepakati Perjanjian Ekstradisi Di Bali

Menurut Marius Nahak,SE,pihaknya melakukan gugatan karena PHK sepihak dan tidak prosedural yang telah dilakukan oleh PT.Benenai permai kepada kliennya Jefri ulu Bona.

 Lanjut Marius Seharusnya sebelum di PHK PT Benenai permai menyampaikan alasan PHK secara tertulis kepada klien kami,sesuai yang diatur dalam pasal 37 ayat 2 peraturan pemerintah nomor:35 Tahun2021,”ungkapnya

Dengan Demikian Pekerja Jefri ULu Bona Telah di PHK sepihak secara lisan yang diakui oleh undang-undang ketenagakerjaan atas Dasar:

a.Tidak ada teguran lisan.

b. Tidak panggil secara patut 3(tiga) kali.

c.Tidak ada SP1,SP2 dan SP3.

d.pengusaha atas nama Beny Chandradinata diduga tidak taat hukum dan tidak koperatif yang dimana tidak mau bertemu dengan KSPSI kabupaten Belu guna mediasi BIPARTIT dan dinas Nakertrans telah memanggil secara tertulis sebanyak 3 kali namun tidak hadir tanpa alasan yang masuk akal.

Baca Juga:  FADMMAB Kupang : Penggusuran Merupakan Bentuk Penyingkiran Warga Bowosie

e.melaporkan penggugat Jefri ulu Bona Ke polres Belu dengan dugaan tindak pengelapan adalah cacat hukum karena laporan tersebut tanpa bukti” tambahnya.

“Masalah perselisihan hubungan industrial ini tahapannya jelas dan terukur, jadi jika dalam proses penyelesaian masalah tidak ditemukan solusinya maka sesuai dengan ketentuan pasal 14 ayat (1) Undang-Undang No 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, para pihak boleh melanjutkan penyelesaian perselisihan ke Pengadilan Hubungan Industrial,” ujar marius, Rabu (15/11/2023).

“Alasan perusahaan ialah bahwa klien kami adalah pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) atau pekerja kontrak sehingga sudah selesai masa kontraknya. Sementara faktanya klien kami telah bekerja secara terus menerus Pada PT Benenai permai sejak Bulan Oktober 2010 Hingga tanggal 3 Maret 2023  sehingga masa kerjanya adalah 14 tahun tiga bulan,” kata dia.

Baca Juga:  Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua K.A Halim Mengikuti Upacara Peringatan HUT TNI Ke-78

Dengan demikian, status Jefri Ulu Bona demi hukum adalah pekerja dengan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) atau karyawan permanen.

“Konsekuensinya ketika perusahaan melakukan PHK sepihak maka perusahaan harus membayar hak-hak pekerja berupa uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang pergantian hak,” lanjut marius.

Ditambahkan dia, meskipun sebagai perusahaan dengan status Tbk atau perusahaan terbuka, PT Benenai permai tidak menunjukan kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku di dunia ketenagakerjaan.

“Tindakan perusahaan seperti ini sangat tidak adil dan mencederai nilai keadilan dan kemanusiaan Dirinya berjanji akan mendampingi dan mengawal permasalahan ini di Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A kupang sampai tuntas”tegasnya

“Kita akan terus kawal terus kasus ini mulai dari  tahapan sidang pertama sampai pada Kesimpulan dan Sidang Putusan “Tutupnya(Haman)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *