Diduga Arogansi Oknum Karyawan Kokpid Swasti Sari Halilulik Mencoba Menghalangi -Halangi Tugas Peliputan Wartawan

  • Bagikan

Noven oknum karyawan kopdit Swasta Sari Cabang Halilulik diduga arogansi dan mencoba menghalangi peliputan wartawan(foto:Aktaduma)

EL-VOICE.COM,ATAMBUA –Salah satu oknum anggota Kokpid Swasta Sari Cabang Halilulik, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu mengaku sebagai wartawan Victory news saat ditanya awak media di ruangan pelayanan pada Senin (09/10/2023) sekitar pukul 11:07 WITA.

Oknum anggota Kokpid Swasta Sari Cabang Halilulik yang di panggil Noven tersebut saat wartawan memperkenalkan diri langsung meremehkan kerjaan media dan langsung mengakaatan dirinya juga merupakan wartawan Victory news.

Baca Juga:  Miris, Hampir 20an tahun Janda ini Bertahan hidup digubuk reot tanpa ada penerangan Dan Beralaskan Tanah

“Untuk apa media?, Saya juga wartawan Victory news disini, semua sudah beres. Atau apa lagi?” Kata Novem dengan nada kasar dan mengejek.

Saat dimintai penjelasan lebih lanjut dirinya mengatakan, “proses lebih lanjut ditunggu saja atau nomor telepon ditinggal biar kami hubungi supaya tidak usah datang lagi.”

“Jangan pake media untuk menakut-nakuti saya juga wartawan Victory news, kenapa mama mereka lapor ke media (sambil memarahi istri nasabah),” tegasnya lagi sebelum ada pertanyaan dari awak media soal kronologis kasus nasabah Kokpid Swasta Sari yang dipersulit.

Baca Juga:  Dapat Paket Sembako dan Pelayanan Vaksinasi dari TNI-POLRI, Masyarakat Ucapkan Terima kasih

Diketahui, saat awak media menerima keluhan dan bantuan untuk peliputan nasabah Kokpid Swasta Sari Cabang Halilulik yang diduga mempersulit dan banyak kejanggalan yang dialami nasabah semenjak terdaftar menjadi anggota.

Kronologis kejadian

Markus Moruk salah satu nasabah Kokpid Swasta Sari Cabang Halilulik meminjam uang sebesar 3 juta rupiah untuk memasang meteran listrik dirumahnya melalui Desa setempat pada 21/08/2019.

Setelah peminjaman, pada 17 Desember 2021 pinjaman tersebut sudah dilunasi dengan bukti terlampir pada buku tabungan.

Baca Juga:  Kodim 1605 Belu Bagi Sembako dan Gelar Vaksinasi Masal

Menurut istri Markus Moruk (Rosalinda Bui) mengatakan selama penyetoran meskipun diminta bukti penyetoran tidak diberikan pada awal penyetoran.

“Saya minta print out bukti penyetoran namun oknum anggota Kokpid Swasta Sari Cabang Halilulik Novem tersebut mengatakan hemat buku jadi tidak bisa diprint,” ungkap Rosalinda.

“Tadi pas kami minta berhenti dipersulit sambil bicara tunggu mama mati baru kami antar uang 10 juta.”***(Haman)

Sumber: Aktaduma.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *