Bukan Labuan Bajo, Ini yang Didukung IRCI dan PADMA Indonesia

  • Bagikan
(Gabriel Goa selaku Direktur IRCI dan Ketua Dewan Penasihat PADMA Indonesia, Foto/Ist)

EL-VOICE.COM, JAKARTA- Labuan Bajo yang merupakan salah satu destinasi wisata premium seperti yang dicanangkan Pemerintahan Jokowi.

 Untuk menunjang Pariwisata Premium Pemerintah Pusat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kabupaten Manggarai Barat, telah menggenjot pembangunan fisik.

Hal ini di satu sisi perlu di apresiasi, namun pada sisi lain perlu didiskusikan kembali karena partisipasi masyarakat kecil (wong cilik) nyaris tak terdengar bahkan voice of the Voiceless.

Masyarakat marginal diabaikan dan bahkan tidak dijadikan sebagai subyek utama untuk diberdayakan melainkan dikapitalisasi termasuk kawasan Taman Nasional Komodo.

Menanggapi hal itu IRCI (Institute for Research, Consultation and Information of International Investment) dan Lembaga Hukum dan Ham PADMA Indononeaia (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) bekerja sama dengan Desa Tema Tana,  Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT yang diwakili oleh Kepala Desa, Musa Umbu Togola, meminta kepada pemerintah, baik pusat dan daerah, agar tidak kepada Labuan Bajo tetapi juga kepada Desa Tema Tana untuk dapat dijadikan Pilot Program Desa Wisata Hijau(Green Tourism Village) sebagai implementasi kesepakatan kolaborasi Pentahelix (Pemerintah Akademisi, Rakyat, Society Organization dan Pers yang sepakat menjadikan Pulau Sumba sebagai Pulau Hijau (Green Island) sebagai salah satu Destinasi Wisata Super Premium Go Green.

Baca Juga:  Para Atlet Peraih Medali Pada PON XX 2021 dan PEPARNAS XVI 2021 Papua Dapat Bonus Rumah dari Pemprov NTT

Hal itu disampaikan Gabriel Goa selaku Direktur IRCI dan Ketua Dewan Penasihat PADMA Indonesia dalam pers rilis yang diterima media ini, Senin (12/9/22)

Gabriel memastikan bahwa di dalam mendukung program ini pihaknya (IRCI dan Lembaga Hukum dan Ham PADMA Indonesia yang bekerja sama dengan Desa Tema Tana, Wewewa Timur, Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur) akan berupaya agar semaksimal mungkin agar hal ini tidak hanya sekedar wacana tanpa aksi nyata.

Baca Juga:  Puluhan Babi di Nusa Tenggara Timur Mati Teserang virus ASF,Virus ini Bisa Menular ke Manusia?

“Kita siap berkolaborasi dengan Pentahelix untuk menjadikan rakyat di desa sebagai Pelaku Wisata Aktif dan di bukan menjadi penonton dengan merealisasikan Program Nasional, Provinsi dan Kabupaten untuk menyiapkan sarana- prasarana penunjang pariwisata dan mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) di desa agar menjadi Pelaku Usaha Pariwisata Hijau serta tidak tergiur bujuk rayu mafia Human Trafficking,” jelas Gabriel

Ia juga menambahkan, pihaknya akan proaktif untuk berkolaborasi dengan Sekolah Hotel Sumba dan Sumba Tourism Board untuk melatih dan mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Desa Tema Tana agar siap menjadi Pelaku Usaha Pariwisata seperti kuliner khas Sumba, pemandu wisata, menjaga kelestarian lingkungan flora dan fauna termasuk sungai Waikelo dari pencemaran.

Baca Juga:  Guna menindaklanjuti Pemberian JKK kepada Keluarga Serda Khodir, ASABRI Bertemu Panglima TNI

 

(Panorama Alam Desa Tema Tana/ Foto: Instagram.com/v.pattiasina)

Selain itu, akan melakukan promosi dan lobi ke Presiden Jokowi, Kementerian dan Lembaga, serta Pelaku Usaha Pariwisata baik Nasional maupun Internasional untuk menjadikan Desa Tema Tana sebagai Desa Pariwisata Hijau Super premium Go Green.

Tidak hanya itu, Gabriel juga mengatakan, pihaknya akan meminta Polri dan TNI beserta semua warga desa Tema Tana untuk mendukung total program tersebut dan bukan sebaliknya menghalang-halangi pembangunan sarana prasarana penunjang Pariwisata.

“ Dukungan masyarakat menjadi hal utama dan penting untuk menyukseskan program ini. Ini bukan untuk kepentingan kelompok tertentu tetapi untuk semua masyarakat baik itu di Desa Tema Tana, di SDB, NTT dan Indonesia,” jelas Gabriel. (EL)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *