Menu

Mode Gelap
 

Daerah · 7 Sep 2022 01:18 WIB ·

Terkait Kenaikan Harga BBM, Ini Tanggapan PADMA Indonesia


					Gabriel Goa, Ketua Dewan Penasihat PADMA Indonesia Perbesar

Gabriel Goa, Ketua Dewan Penasihat PADMA Indonesia

EL-VOICE.COM, JAKARTA- Pada 1 April 2022 lalu, pemerintah telah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis pertamax dari Rp 9.000 menjadi Rp 12.500-13.000 per liter.

Namun belum setahun, tepatnya pada 3 September 2022, peremrintah kembali menaikkan harga tiga jenis BBM yakni pertalite, solar, dan pertamax dengan rincian harga sebagai berikut: Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter; Solar naik dari Rp 5.150 per liter menjadi 6.800 per liter; Pertamax naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

Baca Juga:  Mulai Pelatihan Bagi 3 Desa Wisata di Wilayah Labuan Bajo, Kemenparekraf Tekankan Peran Aktif Pelaku Pariwisata Desa

Adapun alasan dari pemerintah, kenaikan ini tak lepas dari kenaikan harga minyak dunia dan membengkaknya anggaran subsidi dan kompensasi BBM yang pada 2022 telah meningkat 3 kali lipat dari Rp 152,5 triliun menjadi 502,4 triliun.

Menanggapi hal itu, PADMA Indonesia (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) melalui rilis pers yang diterima media ini mengatakan siap mendukung pemerintah manakala negara tegas memberangus mafia migas dan spekulan-spekulan yang menaikkan harga barang sehingga membebankan daya beli wong cilik.

Menurut Gabriel Goa, Ketua Dewan Penasihat PADMA Indonesia, “selama ini PADMA bekerjasama dengan KOMPAK INDONESIA(Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi) melakukan investigasi dan sudah melaporkan resmi ke KPK RI terkait dugaan kuat mafia migas yang ikut andil dalam mempermainkan kelangkaan gas saat pandemi covid dan tidak tertutup kemungkinan ikut bermain dalam mempengaruhi masyarakat untuk melakukan aksi politik melawan kebijakan Pemerintah terkait kenaikan BBM bersubsidi”

Baca Juga:  World's Most Expensive Sneakers Will Order Your Pizza

Oleh karenanya, mengatasnamakan PADMA Indonesia dan KOMPAK Indonesia, Ia mendesak Pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi mendukung langkah KPK RI untuk menangkap dan memproses hukum mafia migas yang mana salah satunya di Blok Migas Jati negara, Bekasi, Jawa Barat.

Selain itu, Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung Pemerintah dalam memproduksi energi alternatif non migas sehingga tidak bergantung pada migas.

Baca Juga:  Bukan Labuan Bajo, Ini yang Didukung IRCI dan PADMA Indonesia

Ia juga mengingatkan pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi dan jajarannya untuk tidak terjebak pada permainan mafiosi migas yang mana selalu mengatasnamakan rakyat dalam melakukan aksi protes melalui mahasiswa dan buruh agar mereka tetap garong BBM Bersubsidi yang membebankan keuangan negara. (EL)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Begini Tanggapan PADMA Indonesia Atas Mangkirnya Tersangka PLT BPBP dari Panggilan Kejaksaa Flores Timur

30 September 2022 - 06:15 WIB

DUA KALI ADIK PEREMPUANKU DICULIK, DISEKAP DI GEDUNG DPRD, PELAKU MASIH BEBAS KELIARAN. APA AKU HARUS BERHENTI JADI PENGACARA?

28 September 2022 - 17:50 WIB

Gelar Demonstrasi di PLN So’e, Pospera Desak Pemerataan Listrik di TTS

26 September 2022 - 06:56 WIB

Gelar Demonstrasi di PLN So’e, Pospera Desak Pemerataan Listrik di TTS

26 September 2022 - 05:01 WIB

Komisi II DPRD Kabupaten Lembata Pantau Proyek Pembangunan Infrastruktur di Kota Lewoleba

21 September 2022 - 01:57 WIB

Untuk Meriahkan BKSN, Paroki Roh Kudus Halilulik Selenggarakan Aneka Perlombaan

20 September 2022 - 11:38 WIB

Trending di Daerah