Menu

Mode Gelap
 

Daerah · 24 Agu 2022 11:56 WIB ·

Dugaan Tindak Pidana Korupsi di Kaimana, KOMPAK Indonesia Lapor ke KPK


					(Gabriel Goa, Kordinator KOMPAK Indonesian. Foto: Ist) Perbesar

(Gabriel Goa, Kordinator KOMPAK Indonesian. Foto: Ist)

EL-VOICE.COM, JAKARTA- Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia yang dipimpin langsung Koordinator KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa, Rabu (24/8/2022) siang tadi, akhirnya melaporkan secara resmi dugaan kuat tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan kewenangan di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat.

Gabriel Goa selaku Kordinator KOMPAK Indonesia dalam keterangan persnya kepada sejumlah wartawan di Gedung Merah Putih menjelaskan, laporan resmi pihaknya telah diterima langsung oleh Pengaduan Masyarakat KPK RI, pada pukul 13.00 WIT.

Menurut Gabriel, laporan yang disampaikannya adalah berkaitan dengan sejumlah proyek yang dikerjakan di tahun 2021 lalu, yang tidak selesai dikerjakan pada tahun berjalan. Bahkan, menurut dia, ada proyek pengerjaan yang telah cair 100 persen, namun fakta di lapangan tidak selesai dikerjakan.

Dia mengatakan, dari catatan pihaknya terdapat 8 proyek yang dialokasikan melalui APBD tahun 2021 lalu yang di akhir masa tahun anggaran berjalan tidak selesai dikerjakan, diantaranya, proyek pengerjaan rehab rumah layak huni di Kampung Ure Distrik (Kecamatan,red) Yamor senilai Rp. 4 miliar, pembangunan tambatan perahu Kampung Kiruru Distrik Teluk Etna senilai Rp. 1,8 miliar, proyek pembangunan ruas jalan Mandiwa-Wermenu-Kafuryai Distrik Arguni Bawah senilai Rp. 7,8 miliar, pembangunan 9 unit rumah masyarakat di Kampung Coa Distrik Kaimana senilai Rp. 1,9 miliar, pembangunan trafic light di dalam Kota Kaiman senilai Rp. 1,3 miliar, pembangunan aula Polres Kaimana senilai Rp. 1,8 miliar dan pembangunan ruang IGD RSUD Kaimana senilai Rp. 912 juta.

Baca Juga:  Kado HUT ke-77 RI, Ansy Lema Sukses Perjuangkan Dua Traktor Roda Empat untuk Kabupaten Belu

Namun dalam laporannya saat ini, Gabriel menyebutkan, pihaknya lebih fokus terhadap 3 mega proyek yang hingga saat ini belum selesai dikerjakan bahkan sudah rampung namun tidak sesuai dengan RAB, yakni pembangunan rumah layak huni di Kampung Ure senilai Rp. 4 miliar, pembangunan tambatan perahu Kampung Kiruru Distrik Teluk Etna senilai Rp. 1,8 miliar dan proyek pembangunan ruas jalan Mandiwa-Wermenu-Kafuryai Distrik Arguni Bawah senilai Rp. 7,8 miliar atau total keseluruhannya mencapai Rp. 13,6 miliar.

Baca Juga:  FADMMAB Kupang : Penggusuran Merupakan Bentuk Penyingkiran Warga Bowosie

Gabriel menjelaskan, untuk pembangunan rumah layak huni di Kampung Ure Distrik Yamor, meski belum selesai dikerjakan oleh pihak kontraktor, namun dana pengerjaannya telah selesai 100 persen. Bahkan, ada perubahan pengerjaan dimaksud, yakni semula dari rehab menjadi bangun baru, dengan biaya material kayu serta bahan bangunan lokal masyarakat tidak dibayarkan.

“Kalau ini terjadi artinya, dua kontraktor tersebut yakni CV. Arguni Permai dan CV. Putra Waropen harus mengembalikan dana pembelian bahan bangunan lokal tersebut ke kas daerah,” tegasnya.

Dia pun mengaku, KPK RI akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan verifikasi kebenaran atas dugaan laporan tersebut.

Baca Juga:  Julio Do Carmo Minta Polres Belu Serius dan Profesional dalam Menangani Kasus Pencemaran Nama Baik

Sementara berkaitan dengan proyek pembangunan ruas jalan Mandiwa-Wermenu Kafuryai senilai Rp. 7,8 miliar, dia menyebutkan, proyek ini dialokasikan melalui dana alokasi khusus.

“Dalam catatan kami, proyek ini menggunakan DAK reguler, artinya limit waktu ditentukan oleh Pusat dan tutup kasnya pada 31 Desember 2021. Pencairan proyek ini pun disesuaikan dengan progres pengerjaannya di lapangan. Namun, kami menduga ada perintah dari pihak tertentu agar pencairannya hingga 70 persen, padahal pengerjaannya di lapangan baru mencapai 30 persen,” jelasnya.

Bahkan, menurut catatan pihaknya, dia pun mengaku, pengerjaan proyek itu pun tidak sesuai dengan RAB, dimana lebar jalan sebelumnya ditetapkan 5 meter menjadi 3 meter.

“Dalam laporan resmi ini, kami juga telah melampirkan 17 catatan dan 71 rekomendasi Panja DPRD Kaimana, termasuk 13 catatan dari Inspektorat Kabupaten Kaimana,” tutupnya. (EL)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 108 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Begini Tanggapan PADMA Indonesia Atas Mangkirnya Tersangka PLT BPBP dari Panggilan Kejaksaa Flores Timur

30 September 2022 - 06:15 WIB

DUA KALI ADIK PEREMPUANKU DICULIK, DISEKAP DI GEDUNG DPRD, PELAKU MASIH BEBAS KELIARAN. APA AKU HARUS BERHENTI JADI PENGACARA?

28 September 2022 - 17:50 WIB

Gelar Demonstrasi di PLN So’e, Pospera Desak Pemerataan Listrik di TTS

26 September 2022 - 06:56 WIB

Gelar Demonstrasi di PLN So’e, Pospera Desak Pemerataan Listrik di TTS

26 September 2022 - 05:01 WIB

Komisi II DPRD Kabupaten Lembata Pantau Proyek Pembangunan Infrastruktur di Kota Lewoleba

21 September 2022 - 01:57 WIB

Untuk Meriahkan BKSN, Paroki Roh Kudus Halilulik Selenggarakan Aneka Perlombaan

20 September 2022 - 11:38 WIB

Trending di Daerah