Menu

Mode Gelap
 

Daerah · 12 Jul 2022 01:40 WIB ·

Marsianus Jawa Disebut dalam Surat Putusan Kasus Korupsi Awololong


					Marsianus Jawa Disebut dalam Surat Putusan Kasus Korupsi Awololong Perbesar

EL-Voice.com, Nama Marsianus Jawa disebut dalam surat putusan kasus korupsi proyek wisata di Pulau Siput Awololong, Kabupaten Lembata pada Pengadilan Tinggi Kupang dengan Nomor 7/Pid.Sus-TPK/2022/PT KPG.

 

Kapasitas Marsianus Jawa dalam kasus ini adalah sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada saat itu. Marsinus Jawa didapuk sebagai Penjabat Bupati Lembata hingga tahun 2024.

 

Ia (Marsianus Jawa) disebut pada halaman ke 164 tentang penetapan barang bukti berupa Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT Nomor: 669 / 14 / DPMPTSP / 2019 tentang Izin Lingkungan Hidup Terhadap Rencana Usaha/Atau Kegiatan Pembangunan Sarana Wisata Terapung Pulau Siput (Awololong) di Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata. Hal yang sama, Marsianus Jawa disebut lagi pada halaman ke 194 dari 265 halaman.

 

“Proyek tersebut diprakarsai Oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata, tanggal 6 Mei 2019 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas PenanamanModal Dan PTSP Provinsi NTT, Drs. Marsianus Jawa, M.Si,” jelas dalam Surat Putusan Pengadilan Tinggi Kupang, yang diterima oleh Koordinator Umum Amppera Kupang, Emanuel Boli dan wartawan, Senin, 11 Juli 2022.

Baca Juga:  Yuventus Tukung: Orang Muda Harus Lebih Kreatif dan Berani Berwirausaha

 

Selain itu, Pengadilan Tinggi Kupang memperbaiki putusan PengadilanTindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kupang Nomor Nomor 66/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Kpg tanggal 4 Maret2022 yang dimintakan banding tersebut sekedar mengenai lamanya pidana yang dijatuhkan, penambahan penjatuhan pidana denda terhadap terdakwa Silvester Samun, SH serta perbaikan amar putusan tentang pembayaran uang pengganti sehingga amar selengkapnya berbunyi sebagai berikut:

 

1). Menyatakan Terdakwa SILVESTER SAMUN, S.H alias Pak Sil tidak

terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana

“Korupsi secara bersama-sama yang dilakukan secara berlanjut“

sebagaimana dalam Dakwaan Primer;

 

2). Membebaskan Terdakwa SILVESTER SAMUN, S.H alias Pak Sil dari

dakwaan primer tersebut;

 

3). Menyatakan Terdakwa SILVESTER SAMUN, S.H alias Pak Sil telah

terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana

“Korupsi secara bersama-sama yang dilakukan secara berlanjut” sebagaimana dalam Dakwaan Subsider;

 

4). Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa SILVESTER SAMUN, S.H alias

Baca Juga:  Diduga Gelapkan Dana BLT DD 2021, Kades Leontolu Dilaporkan ke Kejari-Belu

Pak Sil oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan pidana denda sebesar Rp.100.000.000; (seratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan;

 

5). Menghukum Terdakwa SILVESTER SAMUN, S.H alias Pak Sil untuk membayar uang pengganti kerugian keuangan Negara sejumlah Rp.17.000.000,- (tujuh belas juta rupiah) yang di perhitungkan dari uang

titipan pengembalian kerugian keuangan negara dari terdakwa tanggal 2

Februari 2022;

 

6). Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan

seluruhnya dari lamanya pidana yang dijatuhkan;

 

7). Menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan.

 

Putusan serupa dijatuhkan terhadap terdakwa Middo Arianto Boru selaku konsultan perencana selama 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan. Putusan terhadap Silvester Samun, SH dan Middo Arianto Boru dinyatakan inkracht atau berkekuatan hukum tetap.

 

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun, kontraktor pelaksana Abraham Yehezkibel Tzasaro Limanto, SE mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan Pengadilan Tinggi Kupang selama 4 (empat) tahun penjara.

Baca Juga:  Jalur Jalan Atawai - Penikenek Butu Perhatian Khusus

 

Kasus itu diputuskan dalam Rapat Musyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Kupang pada hari Selasa, tanggal 10 Mei 2022 oleh kami : Hariono, S.H.,M.H. sebagai Hakim Ketua Majelis, Robert, S.H.,M.Hum., dan Endang.S.A.Sumarmaningsih, , S.H.,M.H.

masing-masing sebagai Hakim Anggota.

 

Putusan tersebut diucapkan dalam

sidang yang terbuka untuk umum pada hari Selasa tanggal 24 Mei 2022 oleh

Hakim Ketua tersebut, dengan didampingi oleh Robert, S.H.,M.Hum, dan Endang S. A. Sumarmaningsih, S.H.,M.H masing-masing sebagai Hakim Anggota, dibantu Obed Liunokas, S.H, Panitera Pengganti pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Kupang , tanpa dihadiri oleh Penuntut Umum dan Terdakwa maupun Penasihat Hukum Terdakwa.

 

Proyek tahun anggaran 2018-2019 ini menelan anggaran Rp6.892.900.000, namun dalam perjalanan, progres fisik pekerjaan proyek tersebut masih 0 persen, sementara realisasi anggaran sudah 85 persen dari total anggaran Rp.6.892.900.000.

 

Akibat perbuatan para terdakwa negara mengalami kerugian sebesar Rp.1.446.891.718, 27 berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian negara.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 865 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Begini Tanggapan PADMA Indonesia Atas Mangkirnya Tersangka PLT BPBP dari Panggilan Kejaksaa Flores Timur

30 September 2022 - 06:15 WIB

Gelar Demonstrasi di PLN So’e, Pospera Desak Pemerataan Listrik di TTS

26 September 2022 - 06:56 WIB

Gelar Demonstrasi di PLN So’e, Pospera Desak Pemerataan Listrik di TTS

26 September 2022 - 05:01 WIB

Komisi II DPRD Kabupaten Lembata Pantau Proyek Pembangunan Infrastruktur di Kota Lewoleba

21 September 2022 - 01:57 WIB

Untuk Meriahkan BKSN, Paroki Roh Kudus Halilulik Selenggarakan Aneka Perlombaan

20 September 2022 - 11:38 WIB

Persab Belu Tumbang dari Persami Maumere

19 September 2022 - 03:23 WIB

Trending di Daerah