Menu

Mode Gelap
 

Daerah · 8 Jun 2022 06:46 WIB ·

Bupati Belu Disebut Penipu Oleh Demonstran


					Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) bersama Forum Solidaritas Masyarakat Peduli Keadilan(Fosomapek) Kabupaten Belu menggelar aksi demo Perbesar

Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) bersama Forum Solidaritas Masyarakat Peduli Keadilan(Fosomapek) Kabupaten Belu menggelar aksi demo

EL-VOICE.COM,BELU- Aliansi Masyarakat Pencari Keadilan dan PMKRI gelar  aksi  demonstrasi, Rabu 08 Juni 2022. Dalam asksi tersebut mereka menyebut Bupati Belu sebagai penipu.

Hal ini mereka ungkapkan atas kekesalan mereka terhadap kebijakan yang dibuat Bupati Belu saat ini terkait dengan Tenaga Kontrak Daerah (tekoda) tidak sesuai dengan janji kampanye pemenangan beberapa tahun silam.

Bahwa di dalam kampanye pemenangan itu, Bupati Belu dr. Taolin Agustinus  pernah secara terang-terangan menjanjikan kepada masyarakat agar urusan Tekoda dan hal lainnya selalu mengendepankan prinsip transparansi dan profesionalisme, namun hal tersebut bertolak belakang dengan realitas yang terjadi saat ini.

Baca Juga:  Peran Pendidik dalam Membangun Peradaban Bangsa

Dalam aksi   mereka juga meminta pemerintah kabupaten Belu, untuk segera mencabut Surat Keputusan (SK) pengangkatan Tenaga Kontrak Daerah (tekoda) Pemerintah yang baru di tahun 2022 ini, yang di nilai janggal, Rabu(8/6/2022).

Para demonstran itu melalukan aksinya di depan rumah jabatan Bupati Belu,  depan halaman kantor Bupati Belu dan Depan kantor DPRD.

Mereka membawa sejumlah spanduk mengecam sejumlah kebijakan pemerintahan kabupaten Belu dalam perekrutan tenaga kontrak Daerah yang Dinilai tidak transparan,jujur dan adil.

“Demi adik ipar, demi adik kandung,demi Mama mantu,hak kami dicabut. Bupati ganti teko,teko ganti Bupati,” tulis mereka di spanduknya.

Baca Juga:  Puluhan Warga Datangi Kodim, Ini Alasannya!

Dalam aksi tersebut mereka juga menggelar aksi pembakaran lilin merah di halaman depan kantor Bupati sebagai bentuk kekesalan mereka terhadap Bupati Belu yang tidak mau bertemu massa aksi.

Jun   salah satu orator kepada media ini mengatakan bahwa dengan tidak hadirnya Bupati Belu dan bertemu dengan massa aksi menunjukan bahwa Bupati Belu adalah pemimpin yang anti kritik.

Selain itu, ia juga menilai bahwa banyak kejanggalan yang akhirnya ditemukan dalam perekrutan tenaga kontrak Daerah yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah kabupaten Belu hari ini. Mulai dari test Tekoda sampai pada pengumuman hasil kelulusan.” Jelasnya.

Baca Juga:  Andalkan Tuhan, SMAT HTM Halilulik Buka Tahun Ajaran Baru 2022/2023 dengan Missa Kudus

Ia berharap agar Pemerintah harus berani untuk menjelaskan kepada kepada publik secara terbuka dan jujur bagaimana mekanisme perekrutan tenaga Kontrak Daerah dan apa kategorinya,Mulai dari test sampai pada pengumuman hasil kelulusan.

Ia mewakili para pendemo lainnya juga meminta kepada Bupati Belu agar  slogan perubahan yang tertuang dalam visi misi  perlu direalisasikan dan jangan dibuat sebagai omong kosong belaka.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1.113 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Begini Tanggapan PADMA Indonesia Atas Mangkirnya Tersangka PLT BPBP dari Panggilan Kejaksaa Flores Timur

30 September 2022 - 06:15 WIB

Gelar Demonstrasi di PLN So’e, Pospera Desak Pemerataan Listrik di TTS

26 September 2022 - 06:56 WIB

Gelar Demonstrasi di PLN So’e, Pospera Desak Pemerataan Listrik di TTS

26 September 2022 - 05:01 WIB

Komisi II DPRD Kabupaten Lembata Pantau Proyek Pembangunan Infrastruktur di Kota Lewoleba

21 September 2022 - 01:57 WIB

Untuk Meriahkan BKSN, Paroki Roh Kudus Halilulik Selenggarakan Aneka Perlombaan

20 September 2022 - 11:38 WIB

Persab Belu Tumbang dari Persami Maumere

19 September 2022 - 03:23 WIB

Trending di Daerah