Merasa Ditipu,Pemilik Tanah segel kantor lurah Di kabupaten Belu

  • Bagikan

EL-VOICE. COM-BELU- sejumlah warga menyegel  kantor lurah Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu,jumat(3/6/2022).

sejumlah warga itu menyegel jalur pintu masuk dan gedung kantor lurah tersebut menggunakan kayu dan Bambu .

Aksi ini ditengarai lantaran karena keluarga pemilik tanah ini tidak diakomodir menjadi tenaga kontrak daerah oleh pemerintah kabupaten Belu,dan merasa mekanisme perekrutan tenaga kontrak daerah yang dilakukan pemda Belu  Tidak jujur dan adil.

Menurut,jun nai buti salah satu ahli waris tanah tersebut menjelaskan bahwa tanah ini diberikan oleh almarhum frans nai buti,kepada pemerintah kab Belu pada tahun 90an dengan kesepakatan bahwa kaka almarhum frans nai buti akan menjadi lurah waktu itu.

Baca Juga:  Dugaan Tindak Pidana Korupsi di Kaimana, KOMPAK Indonesia Lapor ke KPK

“namun berjalanya waktu kesepakatan itu tidak diindahkan oleh pihak pemda,sehingga frans Nai buti melakukan aksi penyegelan sehingga waktu itu lurah pertama berkantor di rumah pribadinya di tenukiik selama beberapa Bulan dan pada akhirnya pemda melakukan pendekatan kepada pihak keluarga sehingga mulai berkantor seperti biasa”,cerita jun kepada media ini melalui pesan whatsaap-nya.

Baca Juga:  Ternyata Jenderal Yang Diusulkan Presiden Menjadi Panglima TNI Adalah Orang Yang Pernah Membuat Jenderal Andika Harus Berlutut

Jun menambahkan Bahwa aksi penyegelan yang dilakukan saat ini karena Dirinya sebagai salah satu ahli waris merasa dipandang sebelah mata oleh pemerintah, jun dan pihak keluarga juga mepertayakan tentang kejelasan status tanah tersebut.

“niat baik orang tua kami dipandang sebelah mata oleh pemerintah, padahal orang tua kami sudah menyediakan lahan untuk pembangunan kantor lurah,inikah balasan pemerintah kepada kami .”ujar jun melalui pesan whatsaap-nya

Baca Juga:  Jenderal Andika Perkasa Resmi Menyerahkan Jabatan Panglima TNI kepada Laksamana Yudo Margono

Penyegelan ini sebagai salah satu bentuk koreksi terhadap proses seleksi teko yang dilakukan Pemda Belu. Segel akan dibuka, jelas jun , jika sudah ada kejelasan mengenai status tanah tersebut,dan pemerintah harus secara terbuka dan jujur menjelaskan kategori dan mekanisme perekrutan tenaga Kontrak Daerah (TEKODA) “tuturnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *