Menu

Mode Gelap
 

Daerah · 12 Mei 2022 23:31 WIB ·

PADMA Indonesia Kecam Tindak Pidana Kejahatan Seksual terhadap anak di bawah umur dan Tindakan Pidana Perdagangan Orang di Kabupaten Belu dan Malaka.


					Gabriel Goa Ketua Dewan Penasihat Lembaga PADMA Indonesia  dan Direktur IRCI, bersama Lejap Angelomestius Perbesar

Gabriel Goa Ketua Dewan Penasihat Lembaga PADMA Indonesia dan Direktur IRCI, bersama Lejap Angelomestius

EL-VOICE.COM, BELU- Tindak Pidana Kejahatan Seksual terhadap anak di bawah umur dan Tindakan Pidana Perdagangan Orang di NTT secara khusus di Kabupaten Belu dan Malaka akhir-akhir ini semakin marak terjadi.

Hal tersebut mengundang banyak pihak yang akhirnya menaruh empati dan juga komentar. Salah satunya adalah Lembaga Bantuan Hukum dan Ham PADMA Indonesia.

Menurut Gabriel Goa, Ketua Dewan Pembina PADMA Indonesia, Tindak Pidana Kejahatan Seksual terhadap anak di bawah umur dan Tindakan Pidana Perdagangan Orang adalah praktik kejahatan melanggar hukum karena menodai harkat dan martabat manusia dan bertentang dengan nilai-nilai luhur Pancasila, nilai-nilai agama dan budaya.

Baca Juga:  Kecamatan Insana Gelar pameran ekonomi Kreatif dan Edukatif

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah, dan juga lembaga-lembaga terkait (Agama dan Adat) untuk berperan aktif dalam melakukan gerakan revolusi mental sosial masyarakat melalui sosialisasi dan juga penanganannya.

Terkait praktik Tindak Pidana Kejahatan Seksual terhadap anak di bawah umur dan Tindakan Pidana Perdagangan Orang di Kabupaten Belu dan Malaka, Gabriel mewakili PADMA Indonesia, mendesak Kapolri agar perintahkan Kapolda NTT dan Kapolres Malaka untuk bekerja serius: tangkap dan proses hukum pelaku dan backing kejahatan Seksual terhadap anak dan tindak pidana perdagangan orang di Kabupaten Malaka.

Baca Juga:  Baru Dua Hari Menjabat, Kapolsek Tasbar Gandeng Puskesmas Laktutus Gencar Gelar Vaksinasi

Selain itu, mendesak Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sekaligus Ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang agar segera turun ke Kabupaten Belu dan Malaka untuk berkolaborasi dengan Bupati, Kapolres, Lembaga Agama dan juga Adat, serta Penggiat Kemanusian dan Pers di Malaka untuk serius dalam menyelamatkan korban kejahatan seksual dan korban perdagangan orang.

Baca Juga:  Sentuhan Kasih Pospera TTS bagi Mama-mama Eks Tim-tim di Nulle

Mendesak Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban(LPSK), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Komnas. Ham, Komnas Perempuan dan Komisi Polisi Nasional (Kompolnas) segera ke Kabupaten Belu dan Malaka, untuk ikut berpartisipasi mengawal Polres Belu dan Malaka berkolaborasi bersama dengan Korban, Keluarga Korban, Pemkab Malaka, Lembaga Agama, Penggiat Kemanusiaan dan Pers di Malaka, NTT dan Nasional. (EL)

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Saat Menemani KSAL Menjalani Fit dan Proper Test, Ini Pesan Presiden Yang Diungkapkan Kapolri

3 Desember 2022 - 16:59 WIB

Sebut Misi Tercapai Meskipun Takluk Dari Korea Selatan, Ternyata Ini Yang Dimaksud CR7

3 Desember 2022 - 15:48 WIB

Sebut Sinergitas Polri Telah Berlangsung Lama, Yudo Margono Tunjuk Foto Bersama Istri

3 Desember 2022 - 15:19 WIB

Lembaga Survei: Elektabilitas Ganjar Masih Teratas, Elektabilitas Anies Baswedan Geser Prabowo

1 Desember 2022 - 08:26 WIB

Memasuki Bulan Desember, Pasar Halilulik Ramai Diserbu Pengunjung

1 Desember 2022 - 07:38 WIB

Ternyata Jenderal Yang Diusulkan Presiden Menjadi Panglima TNI Adalah Orang Yang Pernah Membuat Jenderal Andika Harus Berlutut

1 Desember 2022 - 07:00 WIB

Trending di Hukum dan Kriminal