Menu

Mode Gelap
 

Daerah · 10 Mei 2022 11:08 WIB ·

Hasil Mediasi Kasus Pencemaran Nama Baik Oleh Oknum Anggota DPRD Belu yang Digelar Polres Belu Berujung Penolakan Permintaan Maaf Pihak Pelapor


					Keluarga AP yang turut serta mendampingi AP pada proses mediasi yang dilakukan di Polres Belu Perbesar

Keluarga AP yang turut serta mendampingi AP pada proses mediasi yang dilakukan di Polres Belu

EL-VOICE.COM, BELU- Proses mediasi atas persoalan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Belu yang berinisial AP akhirnya digelar pada Senin, 9 Mei 2022.

Disaksikan Media EL-Voice.com proses mediasi itu terjadi di Polres Belu, dan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sujud Alif Yulamlam.

Pada kesempatan itu, AP sebagai terlapor yang di dampingi oleh keluarganya meminta maaf atas tindakannya yang dinilai telah mencoreng nama baik Stefanus Atok Bau dan Julio Do Carmo pada publik jagad Maya melalui media sosial WhatsApp (WAG) DPRD Belu.

“ Saya minta maaf kepada kakak saya Pak Fanus dan Pak Julio atas unggahan saya pada WAG DPRD Belu beberapa bulan lalu yang telah menuduh mereka sebagai otak dari kematian Almarhum Joao Vicente dan juga otak dari pelaku pemerasan terhadap para Calon Anggota Veteran. Dari hati yang paling dalam saya minta maaf”, ungkap AP.

AP yang adalah juga merupakan Anggota Badan Kehormatan DPRD Belu tersebut mengakui bahwa apa yang dilakukannya tidak didasarkan pada rasa benci atau marah tetapi murni merupakan aspirasi dari masyarakat. Dan sebagai Anggota DPRD yang dipercayakan oleh rakyat ia menambahkan  bahwa dirinya bertanggungjawab dan untuk akhirnya menyampaikan hal itu dalam WAG dengan tujuan untuk kemudian didiskusikan pada lembaga terhormat DPRD Belu.

AP, anggota DPRD Kabupaten Belu

“Yang saya lemparkan ke Grup WhatsApp DPRD Belu itu tidak pernah didasari oleh rasa benci dan marah saya kepada Pak Fanus dan Pak Julio tetapi semata-mata merupakan aspirasi masyarakat yang kepada saya disampaikan. Makanya saya lemparkan ke grup itu hanya bermaksud sebagai bahan pertimbangan dan diskusi ke dalam lembaga terhormat DPRD Belu” tutur AP

Baca Juga:  Begini Ungkapan Hati Anastasia, Pembuat Kain Adat yang Dipakai Jokowi

Menanggapi hal itu, Stefanus Atok Bau menyampaikan bahwa dirinya menolak permintaan maaf dari AP. Menurutnya AP telah mencemarkan nama baiknya dan tidak serius dalam permohonan maafnya.

“Saya orang kecil, tapi saya punya harga diri. Ini bukan soal hati yang saya tidak berikan kepada Pak AP. Labu saja punya hati, masa saya tidak. Tetapi saya menolak karena memang sejak awal persoalan ini, saya sudah melihat ketidakseriusan Pak AP untuk meminta maaf”, ungkap Stefanus.

Menurut Stefanus, selama ini dirinya dan Julio, beserta keluarga telah menanti kedatangan Pak AP dan permohonan maaf darinya. Namun karena itu tidak dilakukan oleh AP  padahal waktu yang diberikan adalah 4 (empat) bulan lebih. Oleh karena itu, dirinya dan keluarga sepakat agar persoalan tersebut dilanjutkan ke proses hukum.

“ Sudah kurang lebih 4 (empat) setengah bulan saya dan Pak Julio beserta keluarga sudah menunggu kedatangan Pak AP di rumah dan permohonan maafnya itu tetapi  tidak dilakukan beliau yang terhormat ini. Kami juga manusia yang punya batas sabar. Dan karena itu akhirnya kami sepakat untuk tutup pintu maaf, dan membiarkan proses ini berlanjut ke jalur hukum. Ya kita negara hukum. Jadi kami yang merasa dirugikan perlu perlindungan hukum biar persoalan ini selesai secara hukum yang mana saya tahu hukum itu selalu memberikan solusi adil dan beradab”, tutur Stefanus.

Baca Juga:  Julio Do Carmo Minta Polres Belu Serius dan Profesional dalam Menangani Kasus Pencemaran Nama Baik

Tidak banyak berkomentar Bernardinus Taek selaku anak Kandung dari  Stefanus Atok Bau juga menyampaikan bahwa dirinya hanya bisa mengikuti apa yang menjadi keputusan orang tuannya.

“ Secara pribadi memang saya menghendaki agar ada titik temu dalam proses mediasi ini. Tapi sebagai anak yang tunduk pada orang tua, saya tidak bisa berbuat banyak. Ya saya ikuti saja. Orang tua bilang lanjut, ya saya Pasti ikut,” ungkap Bernardinus yang juga merupakan Anggota DPRD Provinsi NTT itu.

Senada dengan Bernardinus, Kuasa Hukum Stefanus dan Julio, Melky Tacoy pada kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa dirinya hanya bisa berhak dalam pendampingan hukum. Terkait keputusan untuk lanjut proses hukum atau tidak itu berpulang pada kliennya.

“ Saya tidak punya hak dalam memutuskan untuk mau berdamai atau tidak. Tugas saya hanya pendampingan hukum. Ya, kalau klien saya bilang lanjut, saya ikuti dan siap mendampingi” jelas Melky.

Menanggapi hal itu Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sujud Alif Yulamlam selaku pemimpin dalam proses mediasi, menyampaikan bahwa pihak kepolisian tetap bekerja profesional sesuai tupoksinya dan aturan yang ada, serta selalu netral dalam penyelesaian kasus tersebut.

Baca Juga:  Hasil Botof FC VS Fatoin FC: Serdadu Botof Menang 3-1

“ Kami dari pihak kepolisian tentu tetap bekerja profesional sesuai tupoksi dan aturan yang ada. Kita tidak memihak ke siapa pun dalam kasus ini”, ujar AKP Sujud Alif.

Pada kesempatan itu, AKP Sujud juga menambahkan bahwa pihak kepolisian masih membuka sekali lagi ruang mediasi terhadap kedua belah pihak.

“ Kita masih membuka sekali lagi ruang mediasi kepada kedua belah pihak. Untuk waktunya kita pastikan Minggu depan” ungkap Sujud

Untuk diketahui, Anggota DPRD Belu, AP telah resmi dilaporkan ke polisi pada Jumat 28 Januari 2022 lalu. Ia dilaporkan oleh Ketua LVRI Stefanus Atok Bau ke Polres Belu pada Jumat 28 Januari 2022.

Berikut ini isi chat WAG DPRD Belu yang dikirim Agus Pinto tertanggal 13 Januari 2022 yang kini beredar luas dan juga diterima media ini:

Mat malam, jangan takut Tuhan itu maha adil, mulai bula jalan untuk kita. Ternyata yang melakukan pemungutan yang ada di TTU itu orang-orangnya Fanus Atok. Dan baru-baru ini, pungutan di haekesak juga mereka. Dalam waktu dekat kita akan buka posko di Kabupaten Belu, Malaka dan TTU, mendata para pejuang yang menjadi korban baik itu pejuang kita maupun keluarga lokal yang menjadi korban. Mereka tunggu saja. Jangan takut, kita akan buka kembali masalah kematian pak Joao Vicente, pembunuhnya adalah Fanus Atok dan Julio Docarmo, supaya pembesar dia, Jacky Ully tau hhhhh. (EL)

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 234 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jokowi: Pilih Pemimpin Yang Memikirkan Rakyat

26 November 2022 - 14:16 WIB

Polres Belu Bagi Puluhan Paket Sembako untuk Masyarakat Sambil Sosialisasi Program Sahabat Polres Belu

26 November 2022 - 11:27 WIB

Luar Biasa! Kapolri Akhirnya Keluarkan Layanan Pengaduan Masyarakat Pada Seluruh Jajaran Polri

25 November 2022 - 11:57 WIB

Silahturahmi ke Markas Perguruan IKS Cabang Belu, Kapolres Ajak Kerja sama dalam Menjaga Kamtibmas

25 November 2022 - 05:28 WIB

Portugal Diprediksi Akan Memenangkan Pertandingan Versus Ghana Malam Ini

24 November 2022 - 11:30 WIB

Dukung Pembangunan Gereja, Anggota Yonif RK 744/SYB Pos Latustus dan Camat Nanaet Duabesi Ikut kerja Bakti

22 November 2022 - 10:23 WIB

Trending di Daerah