Begini Tanggapan PERMATA terhadap Festival Leva Nuang – Lembata

  • Bagikan
Perhimpunan Mahasiswa Asal Lembata (PERMATA) Kupang

EL-VOICE.COM, LEMBATA- Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi kreatif akan melakukan kegiatan Festival Leva Nuang yang akan dilaksanakan pada tanggal 27-1 Mei 2022 mendatang, seperti beredar informasi yang di sebarkan melalui media.

Usai dikonfirmasi kepada Anggota DPRD Kabupaten Lembata menyebutkan bahwa kegiatan itu merupakan rangkaian kegiatan dari Sare Dame/ Eksplorasi Budaya yang sudah digelar Pemerintah Kabupaten Lembata sejak tanggal 7 Februari-7 Maret 2022 kemarin.

“Jadi Kegiatan itu, satu Paket dengan Eksplorasi Budaya Kemarin dengan total anggaran Rp.600.000.000,00 ( Enam Ratus Juta Rupiah) dari pagu anggaran 2,500.000.00 itu, ” jelas salah satu oknum Anggota DPRD Lembata yang enggan menyebutkan namanya.

Hal itu mendapat tanggapan dari Perhimpunan Mahasiswa Asal Lembata (PERMATA) yang ada di Kupang, Senin (25/5/22)

Baca Juga:  PERMATA Kupang Siap Kawal Penyelesaian Kasus Penganiayaan Wartawan di Kupang

Ketua umum PERMATA-KUPANG, Turibius Senai Raya Rino dengan tegas mengatakan Pemerintah Kabupaten Lembata Perlu melakukan Kajian ulang.

Menurutnya, kegiatan festival bukan menjadi skala prioritas yang mesti dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat Lembata.

Lebih lanjut Rino juga menyayangkan lemahnya komunikasi pemerintah dalam keterbukaan informasi publik sehingga mengakibatkan spekulasi liar dalam ruang publik tidak teratasi.

Pemerintah kata Rino, harusnya berkaca dari pengalaman sebelumnya pada kegiatan Eksplorasi Budaya yang mendapat resistensi dari masyarakat karena minimnya informasi yang disampaikan oleh pemerintah, Padahal maksud dari Pemerintah itu baik adanya, Ungkapnya.

Baca Juga:  Begini Pengakuan Orang Dekat Tentang Sosok Alm. Petrus Naet, Korban Lakalantas

Secara terpisah, Hendrikus Kewaman Tedemaking saat di hubungi media mengatakan Kegiatan Festival “Leva Nuang” miskin studi Kearifan lokal dan tidak punya orientasi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Kepala Bidang Keorganisasian PERMATA Kupang itu menjelaskan bahwa wisata budaya harus dikelola dengan pendekatan konservatif dan masyarakat harus dijadikan subyek dalam pemeliharaan ekosistem wisata, sehingga tidak terjadi degradasi Kultural.

Ia berharap pemerintah juga tidak mencampuri urusan masyarakat apalagi mengganggu aktivitas spiritual dalam kegiatan budaya masyarakat setempat.

Sebab, penentuan tanggal kegiatan itu bertepatan dengan seremonial Leva Nuang yang tidak boleh di “ganggu”, tegas Mahasiswa Politik Undana itu.

Lebih jauh Hendrikus mengatakan Kegiatan Festival Leva Nuang hanya terkesan “Menghabiskan” Anggaran dan sekedar cari Panggung.

Baca Juga:  IMADAR Kefamenanu Lantik 44 Anggota Baru

Dikatakannya, sudah berapa kegiatan Festival yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lembata tidak membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat Lembata. Sebut saja Festival “3 Gunung” , “Paralayang” , “Guti Nale” dan lainnya tidak ada manfaat bagi masyarakat, padahal anggaran yang dikeluarkan tidak sedikit, katanya.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Lembata harusnya menyadari dan tidak lagi berpikir untuk melakukan kegiatan serupa, tetapi bagaimana berpikir untuk melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat.

” Kita andaikan saja, kalau anggaran 600.000.000,00 itu dipakai untuk pelestarian budaya, pembenahan sarana pendukung pariwisata ataukah pemberdayaan masyarakat sebagai subyek wisata, jauh lebih bermanfaat,” pungkasnya. (YH)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *