Menu

Mode Gelap
 

Daerah · 18 Apr 2022 01:35 WIB ·

Jalur Jalan Atawai – Penikenek Butu Perhatian Khusus


					Jalur Jalan Atawai – Penikenek  Butu Perhatian Khusus Perbesar

Masyarakat Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) terkhususnya yang melintas di jalan antara Desa Atawai dan Desa Penikenek, Kecamatan Nagawutung berharap agar pemerintah memerhatikan infrastruktur jalan tanah sekitar 1.3 kilometer dari ujung aspal hingga ke lokasi wisata Air Terjun Lodovavo.

Sejumlah masyarakat menyampaikan pengeluhan ketika melintas di jalan tersebut, apalagi pada musim hujan. Tidak menanggung risiko, kendaraan bermotor roda dua bahkan harus didorong. Sebab, jalan tanah yang licin dan berlumpur.

Meski demikian, Ansel Atawua, warga Desa Atawai mengatakan, jalur tersebut ramai dilintasi. Masyarakat tetap ‘paksa’ lewat saat hujan sekalipun karena punya keinginan mengunjungi lokasi wisata Air Terjun Lodovavo,” katanya, Rabu, 30 Mata 2022.

Baca Juga:  Tak Terima Persebata Sebagai Pemenang, Tim Manajer Perserond Protes ke KWA PSSI NTT

“Ama, jalan keluar seperti apa agar pihak terkait dapat mengerjakan jalan itu?,” tanya Ansel ke Emanuel Boli, aktivis Amppera Kupang asal Desa Atawai juga.

Menanggapi hal tersebut, Emanuel Boli menanyakan kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lembata, Aloysius Muli Kedang soal ketersediaan anggaran (APBD II) pembangunan jalan antara Desa Atawai dan Penikenek.

“Untuk tahun ini (anggaran -red), tidak ada ade,” kata Aloysius Muli Kedang melalui pesan singkat WhatsApp ke Eman Boli, Selasa, 5 April 2022.

Muli Kedang menjelaskan, jalan tanah sekitar 1,3 km. Dari ujung aspal sampai air terjun (Lodovavo). Tahun depan, kami usulkan juga ke pusat dengan dana DAK (dana alokasi khusus).

Baca Juga:  Taekas FC Takhluk Atas LMI FC, Begini Komentar Official LMI FC

“Utk tahun depan kami usulkan juga ke pusat dengan dana DAK,” tulis Alo Kedang.

Eman Boli juga mengharapkan agar Anggota DPRD Kabupaten Lembata terkhususnya dari Dapil Kecamatan Atadei, Nagawutung, dan Wulandoni berjuang menyuarakan ke pemerintah demi pembangunan jalan tanah sekitar 1,3 kilometer dari itu harus diaspal yang berkualitas.

Pria akrab disapa Soman Labaona itu menegaskan bahwa selain jalan tanah itu menghubungkan ke lokasi wisata Air Terjun Lodovavo, jalan itu merupakan jalur utama masyarakat Atawai dan sekitarnya ke kota pusat ekonomi, yakni Kota Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata.

Baca Juga:  Persab Belu Tumbang dari Persami Maumere

Sebab, apabila melintasi jalur tengah antara Desa Labalimut (Boto) menuju Kota Lewoleba, menurut Soman Labaona jalan malah lebih rusak parah dan membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama.

Lebih dari itu, Desa Atawai juga sebagai daerah yang berlimpah hasil pertanian di Kabupaten Lembata serta daerah penghasil komoditi seperti kemiri, kopra, mente, kakao, dan lainnya,” tandas Emanuel Boli, pentolan Akademi Jurnalistik Lawan Korupsi (AJLK 2021) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (EL)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jokowi: Pilih Pemimpin Yang Memikirkan Rakyat

26 November 2022 - 14:16 WIB

Polres Belu Bagi Puluhan Paket Sembako untuk Masyarakat Sambil Sosialisasi Program Sahabat Polres Belu

26 November 2022 - 11:27 WIB

Luar Biasa! Kapolri Akhirnya Keluarkan Layanan Pengaduan Masyarakat Pada Seluruh Jajaran Polri

25 November 2022 - 11:57 WIB

Silahturahmi ke Markas Perguruan IKS Cabang Belu, Kapolres Ajak Kerja sama dalam Menjaga Kamtibmas

25 November 2022 - 05:28 WIB

Portugal Diprediksi Akan Memenangkan Pertandingan Versus Ghana Malam Ini

24 November 2022 - 11:30 WIB

Dukung Pembangunan Gereja, Anggota Yonif RK 744/SYB Pos Latustus dan Camat Nanaet Duabesi Ikut kerja Bakti

22 November 2022 - 10:23 WIB

Trending di Daerah