Menu

Mode Gelap
 

Daerah · 28 Mar 2022 23:52 WIB ·

Gara-gara Tekoda Puskesmas di Belu Direncanakan Akan Disegel Warga


					Gara-gara Tekoda Puskesmas di Belu Direncanakan Akan Disegel Warga Perbesar

EL-Voice.com, Belu- Terhitung mulai 1 April 2022 Puskesmas Laktutus akan disegel oleh warga Desa Nanaet, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu. Hal tersebut telah dinyatakan dalam bentuk poster yang kini sudah banyak dipajang di Puskesmas Laktutus.

Dari informasi yang diperoleh Media EL-Voice.com, Rabu (30/03/22), rencana akan dilakukan penyegelan karena pada awal pembangunan Puskesmas pada sepuluh tahun lalu, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Belu telah melakukan kesepakatan dengan pihak tuan tanah untuk memperkerjakan anak-anak mereka sebagai Tenaga Kontrak Daerah (Tekoda).

Oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Belu, empat orang yang berasal dari keluarga tuan tanah akhirnya diperkerjakan sebagai Tekoda.

Baca Juga:  Sentuhan Kasih Pospera TTS bagi Mama-mama Lansia

Hal tersebut kemudian menjadi polemik ketika Pada tahun 2021 ke empat orang tersebut juga akhirnya turut serta dirumahkan oleh pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Belu bersama para Tekoda yang lain karena habis masa kontrak kerjanya di tahun 2021.

Lama menunggu untuk diterima lagi sebagai Tekoda untuk tahun 2022 yang sampai saat ini belum juga ada kabar, dan merasa ditipu oleh Pemda Kabupaten Belu, pihak tuan tanah akhirnya memutuskan akan menyegel Puskesmas.

Poster yang dipajang di Puskesmas Laktutus oleh tuan tanah

Kepala Puskesmas Laktutus, Yoakim Taek saat di konfirmasi Wartawan Media EL-Voice.com melalui Via Pesan WhatsApp mengatakan, persoalan tersebut sudah ditangani oleh Camat Kecamatan Nanaet Duabesi dan Kapolsek Tasifeto Barat.

Baca Juga:  Bergerak Cepat, Tim Buser Bekuk Pelaku Pencabulan Anak di Belu

Sedangkan Vinsen Mau, ST., MT selaku Camat Kecamatan Nanaet Duabesi, kepada media ini membenarkan hal tersebut bahwa dirinya bersama Kapolsek Tasifeto Barat sudah bertemu dengan pihak pelaku penyegelan untuk mediasi.

“Memang benar bahwa saya dan pihak kepolisian Polsek Tasifeto Barat sudah bertemu keluarga yang hendak menyegel puskesmas itu. Kami sudah mendengar keluhan dari mereka dan mungkin nanti kami akan bertemu dan laporkan kepada pimpinan di kabupaten secara berjenjang terkait tersebut. Kami hanya bantu mediasi”, ujar Vinsen melalui pesan WhatsApp yang dikirimkan kepada Media EL-Voice.com (30/3)

Baca Juga:  YPLP dan PGRI Sambangi PJ Bupati Lembata, Ada Apa?

Vinsen juga menambahkan bahwa dirinya dan pihak Polsek Tasifeto Barat akan membantu sebisa mungkin agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

“Terkait persoalan Teko, saya tidak bisa menjelaskan karena itu bukan wewenang saya, sebab keputusan Bukan di saya tapi Bupati, saya dan pihak Polsek Tasifeto Barat hanya bantu mediasi. Dan ini kami akan usahakan sebisa mungkin agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.” Ujar Vinsen. (EL)

 

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 366 kali

Baca Lainnya

Begini Tanggapan PADMA Indonesia Atas Mangkirnya Tersangka PLT BPBP dari Panggilan Kejaksaa Flores Timur

30 September 2022 - 06:15 WIB

Gelar Demonstrasi di PLN So’e, Pospera Desak Pemerataan Listrik di TTS

26 September 2022 - 06:56 WIB

Gelar Demonstrasi di PLN So’e, Pospera Desak Pemerataan Listrik di TTS

26 September 2022 - 05:01 WIB

Komisi II DPRD Kabupaten Lembata Pantau Proyek Pembangunan Infrastruktur di Kota Lewoleba

21 September 2022 - 01:57 WIB

Untuk Meriahkan BKSN, Paroki Roh Kudus Halilulik Selenggarakan Aneka Perlombaan

20 September 2022 - 11:38 WIB

Persab Belu Tumbang dari Persami Maumere

19 September 2022 - 03:23 WIB

Trending di Daerah